" . ASSALAMUALAIKUM . "

" . ASSALAMUALAIKUM . "

Senin, 08 November 2010

Perjalanan itu telah menemukan titik akhirnya..

Ia berhenti di saat nurani sangat membutuhkannya..

Tak ada yang perlu dipaksakan..
Tak ada yang perlu dikisahkan..

Mengapa dunia seakan tak adil padaku.
Mengapa hanya aku yang mampu membangkitkan semangat manusia..

Mengapa hanya aku yang diberikan cinta dan kasih pada manusia..
Mengapa hanya aku yang mampu berikan energi positif bagi mereka..

Sementara aku tak pernah merasakannya.
Menjalin kasih terangkaikan cinta, dusta, kesakitan, dan kepahitan.getir.

Tak pernah merasakan energi postif dari mereka. Tak pernah tersunggingkan senyum bahagia dariku...

Oh mungkin... Hukum kutub magnet berlaku disini..
Ada gaya tarik menarik disana.
''Bila aku memberikan segala sesuatu yang positif maka yang negatif akan aku terima''

Deg....
Begitukah Sang Penguasa Malam?

Ataukah mungkin..
Alam cemburu padaku.
Dan berusaha memisahkan aku dengan kasihku.
Hatiku ingin mengelak..
''Jangan alam, aku mencintainya"
Tapi, entah energi alam yang darimana yang mampu memisahkan ikatan cinta yang telah terangkai sedemikian indahnya itu.

Ah..
Tak perlu banyak berucap..
Kini hati, jiwa, cinta, sayang, rindu, dan kasih
Hanya menjadi lambaian malam yang tiada henti bergerak...
Setiap lambaiannya menorehkan luka di kalbu ini.

Biarkan benih-benih rindu menjadi mawar kehidupan.

Biarkan cinta bertransfigurasi menjadi merpati putih.

Biarkan kasih bermertamorfosa menjadi zamrud kehidupan.

walau semuanya telah menemukan garis akhirnya.

Mungkin inilah yang dikatakan sebagai titik akhir dari suatu babak.

Yang berakhir dengan kekalahan di aku.
Kemengan bagi sang lawan...

Sedih kian meratapi..
Sesak jiwa menyeruak dalam relung-relung hati..

Melambungkan khayal sedih ke angkasa rasa.

Semoga tetap bisa menapaki hidup dengan ketegaran dan semangat....

Kehidupan yang meninggalkan rindu teramat sangat.
Cinta membara..

Tinggalkan cinta dan kasih untuk selamanya.

dan tak akan kembali...

Ku nanti-kan kehadiran cerita dalam babak baru..

***

Kunamai catatan ini perjalanan kasih..

Karna ia telah berjalan menyusuri tahap sang waktu dan telah temukan tempat terakhirnya.

Dimana?

Di sebuah makam, tempat peristirahatannya...

ya itulah
Makam cinta...




Oleh : Ulva Yogia Guslaf

2 komentar: